Selasa, 16 Januari 2018

Cara Penulisan dan Pengucapan Huruf ‘e’ dalam Bahasa Pakpak

Cara Penulisan dan Pengucapan Huruf  ‘e


Dalam buku KAMUS PAKPAK-INDONESIA, terbitan Bina Media 2002, terdapat 3 macam jenis bunyi e, yaitu:
-     vokal e lemah, ditulis tanpa strip miring di atas huruf e; dalam pengucapannya seolah-olah huruf “e” tidak diucapkan, namun konsonan sesudah huruf e tersebut diucapkan double, misalnya ditulis ’dekket’, dibaca ‘dekket’; atau “geluh” dibaca “gelluh”. Sering juga ditemukan dalam buku ini ditulis “empanting” tetapi diucapkan “mpanting”.
-     vokal è agak kuat (yang dibubuhi strip miring dari kiri atas ke kanan bawah): misalnya: balè, matè. Dalam bahasa Indonesia untuk e pada kata pet dan teh.
-     dan vokal é kuat (dibubuhi strip miring dari kanan atas ke kiri bawah): misalnya béak, Débata, Pélén. Dalam bahasa Indonesia untuk e pada kata sate.


Dengan bentuk penulisan ini, besar harapan kekhilafan membaca bunyi e tidak akan terjadi, khususnya bagi mereka yang sedang belajar bahasa Pakpak. Karena bisa terjadi jika huruf e ini salah diucapkan adakalanya memberikan arti lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar