Cara Penulisan dan Pengucapan Huruf ‘e’
Dalam buku KAMUS
PAKPAK-INDONESIA, terbitan Bina Media 2002, terdapat 3 macam jenis bunyi e,
yaitu:
- vokal e
lemah, ditulis tanpa strip miring di atas huruf e; dalam pengucapannya
seolah-olah huruf “e” tidak diucapkan, namun konsonan sesudah huruf e tersebut
diucapkan double, misalnya
ditulis ’dekket’, dibaca ‘dekket’; atau “geluh”
dibaca “gelluh”.
Sering juga ditemukan dalam buku ini ditulis “empanting”
tetapi diucapkan “mpanting”.
- vokal è agak kuat (yang dibubuhi strip miring dari kiri atas ke kanan bawah): misalnya: balè, matè. Dalam bahasa Indonesia untuk
e pada kata pet
dan teh.
- dan vokal é kuat (dibubuhi strip miring dari kanan atas ke kiri bawah): misalnya béak, Débata, Pélén. Dalam
bahasa Indonesia untuk e pada kata sate.
Dengan bentuk
penulisan ini, besar harapan kekhilafan membaca bunyi e tidak akan terjadi,
khususnya bagi mereka yang sedang belajar bahasa Pakpak. Karena bisa terjadi
jika huruf e ini salah diucapkan adakalanya
memberikan arti lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar