Renungan
Senin, 4 Mei 2026
MENGASIHI DENGAN TINDAKAN, BUKAN
HANYA PERASAAN
Yohanes 14:21-26
Salam sejahtera bagi kita semua, saudara-saudari yang
dikasihi Tuhan.
Sebagai masyarakat yang hidup berdampingan dari berbagai
suku di tanah Sumatera Utara, kita tentu memahami betul makna kata “holong” atau
cinta kasih. Dalam budaya kita, kasih tidak cukup diucapkan di bibir, melainkan
harus dibuktikan dalam tindakan. Hari ini, Yesus mengajarkan hal yang sama
kepada kita.
1. Mengasihi berarti menuruti perintah (Yohanes 14:21)
Tuhan Yesus berkata, “Barangsiapa memegang
perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku.”
Coba bayangkan seorang ayah yang meminta anaknya menjaga
adik ketika ia pergi ke kebun. Jika si anak hanya menjawab, “Aku sayang Bapak,”
tetapi ketika ayahnya pergi ia malah menonton TV dan membiarkan adiknya
menangis, benarkah ia mengasihi? Kasih tanpa ketaatan hanyalah kata-kata
kosong.
Demikian jugalah dengan kita. Banyak dari kita yang rajin
datang ke gereja pada Minggu pagi, berdoa rosario di rumah, atau ikut lari pagi
sambil mendengarkan lagu rohani. Namun, apakah kita taat pada perintah-Nya
untuk saling mengampuni, tidak bergosip, tidak korupsi di kantor, dan tidak
menimbun beras saat harga naik? Di Sumatera Utara, isu harga pangan sering kali
membuat kita resah. Yesus mengajarkan bahwa ketaatan adalah bukti kasih. Jika
kita sungguh mengasihi Yesus, kita tidak akan menipu tetangga saat berdagang di
pasar tradisional.
2. Bapa dan Putra yang bersatu (Yohanes 14:23)
Yesus melanjutkan, “Jika seorang mengasihi Aku, ia
akan menuruti firman-Ku, dan Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan datang
kepadanya serta diam bersama-sama dengan dia.”
Ini seperti keluarga Batak yang rukun. Apabila seorang anak
sungguh menghormati orang tuanya, maka seluruh keluarga besar akan datang
merayakan pesta bersama di rumah. Itulah gambaran iman kita: ketika kita hidup
dalam kasih dan ketaatan, Allah Tritunggal sendiri berkenan tinggal di dalam
hati kita. Bukan hanya menyambut Tuhan saat kebaktian, tetapi Tuhan
tinggal setiap hari—di rumah kita, di dalam angkot yang kita
tumpangi, di perkebunan karet yang kita garap.
Di Sumatera Utara, kita sering mendengar istilah “martandang” (berkunjung).
Yesus ingin “martandang” secara permanen dalam hidup kita. Bukan hanya sebagai
tamu, tetapi menjadi bagian dari keluarga kita.
3. Penghibur Roh Kudus yang mengingatkan (Yohanes 14:25-26)
Yesus berjanji, “Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang
akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala
sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan
kepadamu.”
Kita sering kali pelupa. Lupa janji, lupa membayar utang,
lupa membawa plastik saat belanja ke pasar, bahkan lupa berdoa sebelum tidur.
Namun, Roh Kudus adalah “memori ilahi” bagi kita.
Ibarat seorang guru yang mengajarkan rumus matematika.
Murid-muridnya lupa saat ujian. Tetapi jika mereka sungguh memahami dan
mempraktikkannya, mereka pasti ingat. Roh Kudus bekerja persis seperti itu.
Ketika kita sedang marah kepada sopir angkot yang ugal-ugalan, Roh Kudus
berbisik, “Tenang, maafkan dia.” Ketika kita ingin menyebarkan berita hoaks
tentang politik di grup WhatsApp keluarga, Roh Kudus mengingatkan, “Apakah ini
membangun kasih?” Namun, bisikan Roh Kudus hanya dapat kita dengar jika kita sering
berdiam diri dalam doa dan Sabda Allah. Jika kita terus sibuk bermain TikTok
atau menonton sinetron, kita tidak akan peka.
Aplikasi praktis dalam kehidupan sehari-hari:
- Di
dalam rumah: Setelah membaca renungan ini, ajaklah keluarga duduk
bersama. Tanyakan, “Apa satu perintah Yesus yang paling sulit kita taati
sebagai keluarga?” Kemudian berdoalah bersama, memohon Roh Kudus untuk
menolong.
- Di
tempat kerja: Hari ini, cobalah menaati perintah Tuhan di tempat
kerja. Jika Anda seorang kepala desa, tolaklah suap. Jika Anda seorang
buruh pabrik, jangan bermalas-malasan ketika mandor tidak melihat. Itulah
bentuk kasih kepada Yesus.
- Dalam
budaya: Orang Sumatera Utara terkenal dengan semangat “marhorja” (mengerjakan
pesta bersama). Gunakan semangat gotong royong itu untuk melakukan
kebaikan: menjenguk yang sakit, membantu biaya sekolah anak janda, atau
membersihkan lingkungan gereja pada hari Sabtu.
Selamat beraktivitas. Ingatlah, Tuhan tidak tinggal jauh di
langit. Ia tinggal bersama kita, asalkan kita mengasihi dan menuruti
firman-Nya.
Tuhan Yesus memberkati. Amin.
Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar