Rabu, 13 Mei 2026

ROH KEBENARAN AKAN MEMIMPIN KITA

Renungan

Rabu, 13 Mei 2026

ROH KEBENARAN AKAN MEMIMPIN KITA

Yohanes 16:12-15




 

Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus,

Bayangkan Anda sedang mendaki sebuah gunung. Jalannya curam dan berkelok-kelok, kabut tebal menyelimuti pandangan. Anda memang membawa peta yang bagus, tetapi di tengah kabut dan kegelapan, peta saja tidak cukup. Yang Anda butuhkan adalah seorang pemandu yang mengenal setiap celah batu, setiap aliran air, dan setiap bahaya longsor. Tanpa pemandu yang setia, perjalanan bisa menjadi sangat berbahaya, bahkan terhenti di tengah jalan.

Itulah gambaran yang digunakan Yesus ketika berbicara kepada para murid-Nya dalam bacaan Injil hari ini. Yesus tahu bahwa murid-murid-Nya “belum sanggup” menerima seluruh kebenaran sekaligus. Mereka baru saja mendengar bahwa Ia akan pergi, dan hati mereka gelisah. Banyak hal yang belum mereka pahami: tentang salib, kebangkitan, misi mereka di dunia, dan rencana Allah yang jauh lebih besar. Karena itu, Yesus tidak memaksa mereka memahami segalanya seketika. Ia menjanjikan Roh Kebenaran, yaitu Roh Kudus sebagai Pemandu Ilahi yang akan memimpin mereka langkah demi langkah.

Roh Kudus adalah Pemandu yang setia dan rendah hati. Perhatikan kata-kata Yesus yang indah ini: “Ia tidak berbicara dari diri-Nya sendiri” (Yoh 16:13). Ia bukan guru yang sombong, melainkan yang selalu menyampaikan apa yang Ia dengar dari Bapa dan Putra. Ia memuliakan Yesus dengan mengambil dari apa yang menjadi milik Yesus dan memberitakannya kepada kita (Yoh 16:14). Segala sesuatu yang dimiliki Bapa adalah milik Yesus, dan Roh Kudus menyampaikannya kepada kita (Yoh 16:15).

Ia bekerja seperti seorang sopir taksi yang sangat profesional. Ia tidak memamerkan mobilnya sendiri, tetapi dengan tenang dan terampil membawa penumpangnya sampai ke tujuan dengan selamat. Begitu pula Roh Kudus: Ia tidak mencari perhatian untuk diri-Nya, tetapi selalu mengarahkan kita kepada Yesus Kristus dan kebenaran Allah.

Roh Kudus juga bekerja dengan kesabaran seperti seorang ibu rumah tangga yang memasak rendang atau opor ayam untuk keluarga besar. Ia tidak menuangkan semua bumbu sekaligus ke dalam kuali. Ia memasak bertahap: menumis bawang dulu, memasukkan santan perlahan, dan mengaduk dengan sabar agar tidak pecah. Demikianlah Roh Kudus mengajar kita kebenaran — secara bertahap, sesuai dengan kapasitas dan kesiapan hati kita. Kadang melalui Sabda Tuhan dalam Misa, kadang melalui peristiwa kehidupan sehari-hari, nasihat teman, atau bahkan lewat kesulitan yang kita alami.

Di tengah zaman yang penuh tantangan ini: hoaks di media sosial, polarisasi, godaan materialisme, dan tekanan ekonomi, kita sangat membutuhkan Pemandu yang dapat diandalkan ini. Tanpa Roh Kudus, kita mudah tersesat mengikuti “kebenaran” versi sendiri atau tren sesaat. Dengan Roh Kudus, kita diajak masuk ke dalam kebenaran yang memerdekakan (Yoh 8:32).

Marilah kita membiasakan diri berdoa setiap pagi dengan rendah hati: “Roh Kudus, datanglah. Pimpinlah aku hari ini ke dalam seluruh kebenaran. Buka mataku agar aku semakin melihat Yesus dengan jelas.”

Bacalah Sabda Tuhan dengan sikap terbuka, bukan sekadar mencari ayat yang mendukung kehendak kita sendiri. Dengarkan suara hati nurani, maafkan yang menyakiti, dan berbagi dengan yang membutuhkan. Itulah cara Roh Kudus memuliakan Yesus melalui hidup kita sehari-hari.

Saudara-saudari, Yesus tidak meninggalkan kita sebagai yatim piatu. Ia mengutus Roh Kudus agar kita tidak tersesat di tengah kabut dunia ini. Biarlah Roh Kebenaran itu menjadi Pemandu setia dalam perjalanan iman kita sebagai umat Katolik yang kaya budaya, namun semakin haus akan kebenaran Allah.

Tuhan memberkati kita semua. Amin.


Sorang Tumanggor, S.Ag
Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar