Senin, 09 Maret 2026

KAMU ADALAH GARAM DAN TERANG

 

KAMU ADALAH GARAM DAN TERANG

Matius 5:13-16




Saudara-saudari terkasih, 

Yesus menyapa kita dengan dua gambaran yang sangat sederhana, sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari kita, yaitu garam dan terang. Garam berfungsi untuk memberi rasa. Tanpa garam, makanan menjadi hambar, tidak menarik. Kita, sebagai murid Kristus, dipanggil untuk "memberi rasa" pada dunia ini. Rasa apa? Rasa kasih, harapan, sukacita, dan damai sejahtera. Di tengah dunia yang sering terasa "hambar" karena egoisme, kesepian, dan keputusasaan, kehadiran kita harus membawa "rasa" Kerajaan Allah. Sebuah senyuman tulus, kata-kata penghiburan, perhatian kecil pada tetangga, kesediaan mendengar — itulah "garam" kita. Garam juga berfungsi untuk mengawetkan. Garam mencegah pembusukan. Kita dipanggil untuk menjadi penjaga kemanusiaan dan kebaikan, melawan "pembusukan" dosa, ketidakadilan, dan kebencian. Di keluarga, lingkungan kerja, dan masyarakat, kita diutus untuk menjaga nilai-nilai kebenaran dan hidup.

Peringatan Yesus keras: "Jika garam menjadi tawar..." Artinya, jika kita kehilangan identitas Kristiani kita — jika iman kita tidak mempengaruhi hidup, jika kita sama saja dengan dunia dalam ketidakpedulian dan dosa — maka kita menjadi tidak berguna bagi misi Tuhan. Iman yang tidak dihidupi adalah iman yang mati.

Lau, apa fungsi terang? Terang itu menerangi kegelapan. Terang membuat kita melihat dengan jelas, menghalau ketakutan, dan menunjukkan jalan. Dunia kita ada dalam banyak "kegelapan": kebingungan, penderitaan, kebohongan. Kita dipanggil untuk menjadi saksi terang Kristus. Bagaimana caranya? Yesus sangat praktis: "supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik." Bukan perbuatan baik untuk pamer, bukan untuk disebut "orang suci". Tetapi perbuatan baik yang tulus, yang mengalir dari hubungan pribadi kita dengan Yesus, sehingga akhirnya orang memuliakan Bapa di surga. Tujuannya bukan memuliakan diri kita, tetapi mengarahkan orang kepada Sumber Terang itu sendiri, yaitu Allah. Terang itu tidak boleh disembunyikan! Yesus bilang, tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menutupnya dengan gantang (tempayan). Iman kita bukan untuk disimpan di gereja saja, atau dalam doa pribadi saja. Iman harus terlihat dalam tindakan nyata di rumah, di pasar, di kantor, di media sosial. Kita adalah "kota di atas gunung" — tidak mungkin disembunyikan. Panggilan kita adalah publik, sebagai saksi.

Bagaimana ini menjadi nyata? Di Keluarga: Jadilah "garam" yang mendamaikan saat ada pertengkaran. Jadilah "terang" dengan sabar mengasihi pasangan dan anak-anak, menciptakan rumah yang hangat. Di Tempat Kerja: Jadilah "garam" dengan jujur, tidak ikut korupsi atau bergosip. Jadilah "terang" dengan bekerja tuntas, membantu rekan yang kesulitan. Di Lingkungan: Jadilah "garam" dengan peduli pada tetangga yang sakit atau sendiri. Jadilah "terang" dengan terlibat dalam kegiatan sosial, menjaga kebersihan, menegakkan keadilan. Di Gereja  atau Komunitas: Jadilah "garam" yang membangun persaudaraan, bukan klik-klikan. Jadilah "terang" dengan aktif melayani sesuai talenta.

Saudara-saudari terkasih, 

Yesus tidak berkata "kamu harus menjadi garam dan terang". Dia berkata "Kamu adalah garam dunia... Kamu adalah terang dunia." Ini adalah identitas yang sudah diberikan-Nya kepada kita melalui baptisan. Ini anugerah, sekaligus tanggung jawab. Mari kita bertanya pada diri sendiri: Di mana area kehidupan saya yang sudah menjadi "garam" dan "terang"? Di mana area kehidupan saya yang mungkin mulai "tawar" atau "redup"? Apa satu tindakan konkret yang bisa saya lakukan untuk lebih menjadi garam dan terang bagi satu orang di sekitar saya?

Tuhan tidak meminta kita untuk menjadi garam dan terang yang spektakuler. Sedikit garam sudah cukup memberi rasa. Sedikit cahaya lilin sudah cukup untuk mengusir gelap. Mulailah dari yang kecil, dari yang dekat, dengan hati yang tulus. Marilah kita menjadi garam yang memberi rasa kasih, dan terang yang menuntun orang kepada kemuliaan Bapa di surga.

 

(Sorang Tumanggor, S.Ag, Penyuluh Ahli Madya Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar