Renungan
Selasa, 28 Juli 2026
Hari Biasa Pekan XVII Tahun A
Bacaan Injil: Matius 13:36-43
BIARKANLAH KEDUANYA TUMBUH BERSAMA
Sorang
Tumanggor, S.Ag
Penyuluh
Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi
Saudara-saudari terkasih dalam
Kristus,
Pada hari biasa Pekan XVII ini,
Gereja menyajikan kepada kita penjelasan Yesus tentang perumpamaan lalang di
antara gandum. Bacaan Injil Matius 13:36-43 mengundang kita untuk merenungkan
realitas dunia yang kita tinggali—dunia yang merupakan ladang Allah, tempat
benih baik dan lalang tumbuh berdampingan.
Yesus dengan sabar menjelaskan
kepada murid-murid-Nya bahwa "orang yang menaburkan benih baik ialah Anak
Manusia; ladang ialah dunia. Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang
anak-anak si jahat. Musuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis".
Penjelasan ini membuka mata kita bahwa dunia memang menjadi medan pertarungan
antara yang baik dan yang jahat. Gandum dan lalang tumbuh bersama di ladang
yang sama—dunia ini, dan bahkan dalam diri kita sendiri.
Kesabaran Allah yang
Mengagumkan
Sikap tuan ladang dalam
perumpamaan ini sungguh mengagumkan. Ketika para hamba bertanya apakah mereka
harus pergi mencabut lalang, sang tuan menjawab, "Jangan, jangan-jangan
karena kamu mencabut lalang, ikut tercabut pula gandum itu. Biarkanlah keduanya
tumbuh bersama sampai waktu menuai" (Mat 13:29-30).
Kesabaran ini menggambarkan hati
Allah yang penuh belas kasih. Allah tidak terburu-buru menghukum. Ia memberi
waktu bagi pertobatan. Ini mengingatkan kita untuk tidak cepat menghakimi
sesama yang masih bergumul dengan kelemahan, karena kita pun tidak luput dari
dosa. Kita diajak untuk meneladani kesabaran Allah dalam hidup sehari-hari,
terutama dalam berelasi dengan orang-orang yang mungkin menyulitkan hidup kita.
Menjaga Benih Kebaikan
Namun, kesabaran Allah bukan
berarti kita boleh berpangku tangan. Yesus mengajak kita untuk menjadi
"anak-anak Kerajaan," benih baik yang terus bertumbuh dan berbuah.
Sebagai umat beriman, kita dipanggil untuk terus merawat iman kita dalam doa,
menerima sakramen-sakramen, dan menjalani hidup sesuai dengan Injil .
Kehadiran lalang di sekitar
kita—dalam bentuk godaan, ajaran sesat, ketidakadilan, dan kejahatan—bukanlah
alasan untuk menyerah. Sebaliknya, itu menjadi tantangan untuk semakin kokoh
dalam kebaikan. Allah yang memulai karya baik dalam diri kita, pasti akan
menyelesaikannya pada waktu-Nya.
Penghakiman yang Adil
Bacaan ini juga mengingatkan kita
akan kepastian penghakiman pada akhir zaman. Pada waktu itu, "Anak Manusia
akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu
yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam
Kerajaan-Nya". Lalang akan dikumpulkan dan dibakar, sementara
"orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa
mereka".
Penghakiman ini bukanlah untuk
menakut-nakuti, melainkan untuk menggugah kesadaran kita. Kita diajak untuk
hidup sebagai "orang benar" yang bercahaya, bukan dengan kesombongan,
tetapi dengan kesetiaan pada kebenaran dan kasih Allah. Cahaya orang benar
tidak muncul tiba-tiba, tetapi terbentuk melalui hidup yang tekun dalam
nilai-nilai Injili.
Mawas Diri
Saat membaca perumpamaan ini,
kita diajak untuk bertanya pada diri sendiri: "Apakah aku ini gandum atau
lalang?" Jujurlah, mungkin kita sering merasa bahwa dalam diri kita ada
gandum dan lalang sekaligus. Ada saat kita bersemangat mengikuti Kristus,
tetapi ada juga saat kita lemah dan jatuh dalam dosa.
Karena itu, marilah kita gunakan
waktu yang Allah berikan ini untuk terus bertumbuh dalam kebaikan. Jadikan
setiap hari sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri, bertobat, dan semakin
serupa dengan Kristus. Kita tidak perlu sibuk menilai orang lain; yang
terpenting adalah bagaimana kita menjaga diri kita sendiri agar tetap menjadi
benih baik yang berbuah.
Penutup
Saudara-saudari, Yesus mengakhiri
penjelasan-Nya dengan seruan: "Siapa bertelinga, hendaklah ia
mendengar!" (Mat 13:43). Dengarlah sabda Tuhan, resapkan dalam hati, dan
hiduplah sesuai dengan kehendak-Nya. Semoga pada akhir zaman, kita termasuk
dalam orang-orang benar yang bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa.
Tuhan memberkati kita semua.
Amin.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar