Rabu, 30 September 2026

MELAKUKAN HAL-HAL BIASA DENGAN CINTA YANG LUAR BIASA

 

Renungan Katolik
Kamis, 1 Oktober 2026
Pesta Santa Teresa dari Kanak-kanak Yesus
Bacaan Injil: Matius 18:1-5


MELAKUKAN HAL-HAL BIASA DENGAN CINTA YANG LUAR BIASA

 


Hari ini Gereja Katolik merayakan Pesta Santa Teresa dari Kanak-kanak Yesus, perawan dan pujangga Gereja. Ia adalah seorang biarawati muda dari Lisieux, Prancis, yang meninggal pada usia 24 tahun, namun warisan rohaninya—yang dikenal sebagai "Jalan Kecil" (La Petite Voie)—telah mengubah cara banyak orang memahami kekudusan.

Bacaan Injil hari ini, Matius 18:1-5, sangat erat kaitannya dengan semangat hidup Santa Teresa. Yesus mengajarkan kepada para murid-Nya sebuah kebenaran yang membalikkan logika dunia: kebesaran di mata Allah tidak diukur dari prestasi, kekuasaan, atau pengakuan, melainkan dari kerendahan hati dan kesederhanaan seorang anak kecil.

Konteks Bacaan

Dalam Injil Matius pasal 18, para murid datang kepada Yesus dengan pertanyaan yang sangat manusiawi: "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Surga?" (ayat 1). Pertanyaan ini lahir dari kerinduan manusiawi akan pengakuan dan kehormatan. Namun Yesus menjawab dengan cara yang tak terduga—Ia memanggil seorang anak kecil, menempatkannya di tengah-tengah mereka, dan berkata:

"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga. Barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Surga." (Mat 18:3-4)

Anak kecil dalam konteks masyarakat Yahudi kuno bukanlah simbol kehormatan. Mereka tidak memiliki status sosial, tidak memiliki kuasa, dan sepenuhnya bergantung pada orang dewasa. Justru dalam ketidakberdayaan itulah Yesus menunjukkan teladan yang sempurna: ketergantungan penuh pada Allah dan kerendahan hati yang tulus.

Makna "Menjadi Seperti Anak Kecil"

Menjadi seperti anak kecil bukan berarti menjadi kekanak-kanakan (childish), melainkan memiliki sifat-sifat khas anak yang berkenan di hadapan Allah. Santa Teresa dari Kanak-kanak Yesus memahami hal ini dengan sangat mendalam. Ia menulis dalam otobiografinya, Story of a Soul, bahwa ia terlalu kecil untuk menaiki "tangga kesempurnaan" yang tinggi, sehingga ia mencari jalan yang sederhana dan langsung menuju Tuhan.

Beberapa ciri "menjadi seperti anak kecil" yang dapat kita renungkan:

Pertama, kerendahan hati. Anak kecil tidak menyombongkan diri; ia menyadari keterbatasannya dan bergantung pada orang tuanya. Demikian pula, kita dipanggil untuk mengakui bahwa tanpa Allah, kita tidak mampu berbuat apa-apa yang bernilai kekal.

Kedua, kepercayaan penuh. Anak kecil percaya sepenuhnya kepada orang tuanya. Santa Teresa mengajarkan "jalan kepercayaan dan penyerahan mutlak" kepada Kasih Allah. Ia tidak takut untuk bermain-main dengan Yesus seperti seorang anak kecil bermain dengan ayahnya.

Ketiga, kesederhanaan dan ketulusan. Anak kecil tidak menyimpan kebencian atau kepura-puraan. Dalam hidup sehari-hari, Santa Teresa melakukan hal-hal kecil—menyapu lantai, tersenyum kepada sesama suster yang menjengkelkan, menahan keluhan—semuanya dengan cinta yang besar. Ia berkata, "Hal-hal kecil yang dilakukan dengan cinta yang besar".

Aplikasi dalam Kehidupan Sehari-hari

Pesan Injil hari ini sangat relevan dengan kehidupan kita saat ini. Kita hidup di tengah dunia yang sering kali mengukur keberhasilan dari popularitas, jabatan, kekayaan, dan pengakuan sosial. Media sosial mendorong kita untuk terus mencari validasi, mengejar likes dan followers, dan membandingkan diri dengan orang lain.

Namun Yesus mengingatkan bahwa kekudusan sejati bukanlah pencapaian besar yang jauh dari jangkauan kita, melainkan jalan sederhana yang dapat kita tempuh setiap hari. Santa Teresa menunjukkan bahwa kita tidak perlu melakukan hal-hal luar biasa untuk menjadi kudus. Kita hanya perlu melakukan hal-hal biasa dengan cinta yang luar biasa.

Beberapa langkah praktis yang dapat kita hidupi hari ini:

  1. Mengakui keterbatasan kita di hadapan Allah dan menyerahkan hidup kita kepada-Nya dengan penuh kepercayaan.
  2. Melakukan tugas-tugas kecil sehari-hari—pekerjaan rumah, pelayanan, sapaan kepada sesama—dengan kasih yang tulus.
  3. Menjauhi godaan untuk mengejar pengakuan duniawi, dan sebaliknya mencari pengakuan dari Allah yang melihat hati.
  4. Menjadi sederhana, jujur, dan apa adanya dalam relasi dengan sesama, tanpa pencitraan atau kepura-puraan.

 

Santa Teresa dari Kanak-kanak Yesus, pelindung misi-misi, doakanlah kami.

Sorang Tumanggor, S.Ag

Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar