Rabu, 02 September 2026

MENEGUR DENGAN KASIH: JALAN PEMULIHAN DALAM KOMUNITAS

Renungan Minggu Biasa XXIII

6 September 2026

Bacaan Injil: Matius 18:15-20


MENEGUR DENGAN KASIH:

JALAN PEMULIHAN DALAM KOMUNITAS


Sorang Tumanggor, S.Ag

Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi

________________________________________




Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus,

Hari Minggu ini, Gereja mengajak kita merenungkan sebuah sabda yang sangat relevan dengan kehidupan kita sebagai komunitas iman. Injil Matius 18:15-20 mengajarkan kita tentang seni menegur dengan kasih—sebuah seni yang tampaknya sederhana namun begitu sulit dipraktikkan. Dalam masyarakat modern yang sering tergoda untuk menyebarkan gosip dan menghakimi di media sosial, sabda Yesus ini hadir sebagai oase yang menyegarkan.

"Tegorlah Dia di Bawah Empat Mata"

Yesus memulai pengajaran-Nya dengan sebuah langkah yang sarat makna: "Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata" (Mat 18:15) . Di sinilah letak keindahan kasih persaudaraan sejati. Yesus mengajarkan kita untuk tidak menyiarkan kesalahan sesama di ruang publik, melainkan mendatanginya secara pribadi dengan penuh kerendahan hati.

Bayangkan betapa bedanya jika kita mengikuti ajaran ini. Sebuah kesalahan kecil yang dapat diselesaikan dengan percakapan empat mata, sering kali berkembang menjadi konflik besar karena kita lebih memilih menceritakannya kepada orang lain. Paus Fransiskus mengingatkan kita bahwa "gossip is a plague more awful than Covid". Gosip menutup hati terhadap komunitas dan merusak kesatuan Gereja.

Saudara-saudari, menegur bukanlah tindakan menghakimi. Yesus mengajarkan kita untuk mendatangi saudara yang berbuat dosa bukan untuk menghakimi, tetapi untuk membantu dia menyadari apa yang telah diperbuatnya . Ini adalah tindakan kasih yang sejati, sebagaimana Sabda Tuhan dalam Yehezkiel 33:7-9 mengingatkan kita akan tanggung jawab untuk saling mengingatkan.

Melibatkan Saksi dan Komunitas

Jika teguran pribadi tidak berhasil, Yesus memberikan langkah kedua: "Bawalah seorang atau dua orang lagi" (Mat 18:16). Dalam tradisi hukum Musa, dua atau tiga orang saksi berfungsi untuk melindungi yang dituduh dari tuduhan palsu. Namun, Yesus melangkah lebih jauh: saksi-saksi ini dipanggil bukan untuk menghakimi, tetapi untuk membantu pemulihan.

Langkah ketiga adalah "sampaikanlah soalnya kepada jemaat" (Mat 18:17). Di sinilah seluruh komunitas terlibat. Gereja sebagai tubuh Kristus memiliki tanggung jawab untuk menjaga kekudusan dan persatuan. Namun, Paus Fransiskus mengingatkan bahwa jika semua usaha ini gagal, kita diajak untuk menyerahkan saudara kita ke dalam tangan Bapa, karena hanya Bapa yang dapat menunjukkan kasih yang lebih besar dari semua kasih saudara.

Janji Kehadiran Kristus

Injil hari ini ditutup dengan janji yang menghibur: "Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka" (Mat 18:20) . Janji ini bukan hanya tentang doa bersama, tetapi tentang kehadiran Kristus dalam komunitas yang berusaha memulihkan anggota yang jatuh.

Ketika kita berusaha menegur dengan kasih, Kristus hadir di tengah-tengah kita. Doa bersama dan kesepakatan dalam komunitas memperoleh kuasa karena Kristus sendiri yang menjadi pusatnya. Ini adalah penghiburan bagi kita yang sering merasa lemah dan tidak mampu menghadapi konflik.

Refleksi untuk Kita

Saudara-saudari terkasih, mari kita bertanya pada diri sendiri:

1. Apakah kita lebih suka bergosip daripada berbicara langsung dengan orang yang bersalah?

2. Apakah kita memiliki keberanian untuk menegur dengan kasih, tanpa menghakimi?

3. Apakah kita terbuka menerima teguran dari saudara-saudari kita?

Semoga Sabda Tuhan hari ini menginspirasi kita untuk menjadi komunitas yang saling memulihkan, bukan saling menghancurkan. Marilah kita belajar dari Yesus yang selalu mencari cara untuk memulihkan, menyelamatkan, dan membawa kembali domba yang hilang ke dalam kandang.

Tuhan Yesus, ajarilah kami untuk menegur dengan kasih dan menerima teguran dengan kerendahan hati. Semoga Roh Kudus-Mu menuntun kami dalam setiap langkah pemulihan, sehingga Gereja-Mu tetap menjadi tanda persatuan dan kasih di tengah dunia. Amin.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar