Senin, 24 Agustus 2026

MEMBERSIHKAN BAGIAN DALAM

Renungan Harian Katolik

Selasa, 25 Agustus 2026

Hari Biasa Pekan XXI – Tahun A

Bacaan Injil: Matius 23:23-26

 

MEMBERSIHKAN BAGIAN DALAM

Sorang Tumanggor, S.Ag

Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dairi


 


Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,

Hari ini kita diajak untuk merenungkan sebuah teguran keras dari Yesus kepada para ahli Taurat dan orang Farisi. Yesus menyebut mereka "orang-orang munafik" karena mereka sangat teliti dalam hal-hal kecil, tetapi mengabaikan hal-hal yang jauh lebih penting dalam hukum Taurat: keadilan, belas kasihan, dan kesetiaan.

Yesus menggambarkan mereka seperti orang yang menyaring nyamuk tetapi menelan unta—sebuah perumpamaan yang lucu namun menyakitkan. Mereka membersihkan bagian luar cawan dan pinggan, tetapi bagian dalamnya penuh dengan ketamakan dan kerakusan. Teguran ini bukan hanya untuk para ahli Taurat dan Farisi di zaman Yesus, tetapi juga untuk kita, umat Katolik Indonesia di zaman sekarang.

Renungan

Saudara-saudari, betapa sering kita juga terjebak dalam perilaku serupa. Kita mungkin rajin ke gereja, rajin mengikuti misa harian, rajin membayar dana mandiri, dan aktif dalam berbagai pelayanan. Namun, di balik semua itu, adakah hati kita benar-benar berpusat pada Tuhan?

Seperti dikisahkan dalam sebuah renungan, banyak orang rajin beribadah ke gereja bahkan bukan hanya di hari Minggu, seminggu bisa 2-3 kali datang ke gereja. Namun, mereka sibuk dengan jadwal pelayanan, ketat mengikuti aturan, tetapi lupa bagaimana membangun relasi pribadi dengan Tuhan Yesus. Mereka seperti orang Farisi yang membersihkan bagian luar tetapi mengabaikan bagian dalam.

Paus Benediktus XVI pernah mengingatkan bahwa para ahli Taurat dan Farisi "mengatakan dan tidak melakukan". Mereka membebankan beban berat kepada orang lain, tetapi mereka sendiri tidak mau menggerakkan jari mereka untuk membantu. Ini adalah bahaya besar yang mengintai kita: menjadi orang Kristen yang pandai berbicara tentang iman, tetapi gagal mewujudkannya dalam tindakan nyata.

Hal-Hal yang Terpenting

Yesus dengan tegas mengatakan bahwa ada hal-hal yang terpenting dalam hukum Taurat: keadilan, belas kasihan, dan kesetiaan.

  • Keadilan berarti kita memperlakukan sesama dengan adil, tidak memanfaatkan orang lemah, dan berani membela kebenaran.
  • Belas kasihan berarti kita memiliki hati yang tergerak untuk menolong sesama yang menderita, bukan hanya sekadar memberi sedekah untuk dilihat orang.
  • Kesetiaan berarti kita hidup dalam kesetiaan kepada Allah dan sesama, bukan hanya dalam ritual keagamaan tetapi dalam seluruh aspek kehidupan.

Ketiga hal ini tidak boleh kita abaikan, meskipun kita tetap melaksanakan kewajiban-kewajiban keagamaan kita. Yesus tidak mengatakan bahwa persepuluhan atau ritual keagamaan itu salah. Yang Dia tegur adalah pengabaian terhadap hal-hal yang lebih penting demi hal-hal yang kecil.

Aplikasi dalam Kehidupan Sehari-hari

Saudara-saudari, bagaimana kita dapat menerapkan sabda Tuhan ini dalam kehidupan kita sehari-hari di Indonesia?

Pertama, mari kita periksa hati kita. Apakah ketaatan kita kepada aturan-aturan gereja membuat kita lupa untuk mengasihi sesama? Apakah kita lebih peduli pada penampilan luar—seperti jabatan pelayanan, status di komunitas, atau pengakuan manusia—daripada kemurnian hati di hadapan Tuhan?

Kedua, mari kita belajar untuk mengutamakan keadilan, belas kasihan, dan kesetiaan dalam setiap langkah hidup kita. Di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk, kita dipanggil untuk menjadi saksi kasih Kristus melalui tindakan nyata: membantu mereka yang membutuhkan, memperjuangkan keadilan bagi yang tertindas, dan tetap setia kepada Tuhan dan sesama dalam situasi apa pun.

Ketiga, marilah kita membersihkan bagian dalam dahulu, sebagaimana Yesus katakan: "Hai orang Farisi yang buta, bersihkanlah dahulu sebelah dalam cawan itu, maka sebelah luarnya juga akan bersih". Ini berarti kita harus memulai dengan pertobatan batin, membiarkan Roh Kudus mengubah hati kita, baru kemudian tindakan-tindakan lahiriah kita akan menjadi buah yang baik.

Amin.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar